Kamis, 05 Juli 2012

0 Proposal Penelitian Kajian Morfologi Tentang Perubahan Makna

PEMAHAMAN SANTRI ANNUQAYAH GULUK-GULUK
TERHADAP PERUBAHAN MAKNA KALIMAT BAHASA ARAB
(Kajian Morfologi)
A.    Latar Belakang Masalah
Pada zaman dahulu, bahasa dianggap sebagai sarana mengekspresikan pesan dan ide, seiring dengan perkembangan persepsi manusia terhadap bahasa, bahasa ternyata berperan lebih dari itu. Ia memuat hubungan-hubungannya dengan realitas di satu sisi dan dengan intensi-intensi penggunaanya yang sering kali tidak disadari, disisi lain kajian kebahasaan saat ini melibatkan hubungan antara bahasa, realitas, dan intens.
Dalam teori kaum struktural, mendefinisikan bahasa sebagai suatu sistem tanda arbitrer yang konvensional. Dengan demikian, bahasa memiliki dua sifat, yaitu sistematik karena harus mengikuti ketentuan atau kaidahnya, dan juga bersifat sistemik karena bahasa teraebut  merupakan suatu system atau subsistem..[1]
Bahasa berkembang seiring perkembangan keilmuan-keilmuan dan ciptaan tekhnologi. Lambat laun melahirkan kosakata-kosakata baru sesuai dengan penamaan dan fungsinya. Begitupula dalam bahasa arab. Akan tetapi tetap mengikuti kaidah-kaidah kebahasaan atau sesuai dengan wazan yang sudah membumi di daerah arab itu sendiri. Hal inilah yang menjadi kekhassan gramatika bahasa arab yang hampir dari semua Negara mengakui keunikannya.
Bahasa Arab merupakan objek material kajian dalam pendidikan yang biasanya banyak dikaji dari sisi gramatika dan metode pembelajarannya disamping juga sering dikaji empat maharaat (keterampilan) yang menjadi trend kemampuan dan pembelajarannya, yaitu maharaat istima’, kalam, qiro’ah dan kitabah.
Terkait pada beberapa perkembangan yang acapkali menggeserkan pada beberapa  makna khususnya dalam bahasa arab. Hal ini antara lain disebabkan oleh watak dan karakteristik bahasa Arab yang fleksibel menganut sistem qiyas (analogi) dan kaya dengan isytiqoq (derivasi) dan perbendaharaan kosakata (mufradat). Selain itu, juga terdapat beberapa cara yang memungkinkan bahasa (termasuk Arab) dapat berkembang yaitu an-naht (akronim) al-iqtiradh (peminjaman dari bahasa lain) al-qolb wa ibdal (subtitusi) dan al-irtijal (improvisasi, ekstemporisasi).[2]
Pada masa kejayaan Islam, terutama masa pemerintahan Abbasiyah bahasa Arab bukan hanya merupakan bahasa persatuan, bahasa resmi dan bahasa administrasi pemerintahan, melainkan juga bahasa ilmu pengetahuan dan peradaban.[3]
Hal inilah yang harus diperhatikan oleh para pelajar bahasa arab pemula untuk peka dan banyak menguasai pada perubahan-perubahan tersebut. Terlebih pada pelajar yang berada di sebuah lembaga pondok pesantren, semisal di Pondok Pesantren Annuqayah (PPA) Guluk-Guluk Sumenep Madura, atau yang lebih akrab dengan sebutan pondok pesantren Guluk-Guluk, yang kosakata kebahasaannya didominasi oleh bahasa-bahasa percakapan ala pesantren (‘ammiyah). Mungkin merupakan hal yang bisa dibilang wajar jika pada akhirnya akan berpengaruh pada tulisan mereka (mayoritas santri Annuqayah) di beberapa media, baik dalam kolom bulletin Annuqayah yang biasa terbit sebulan sekali atau pada beberapa kolom lainnya yang diterbitkan di masing-masing daerah Pondok Pesantren Annuqayah. Seperti daerah Lubangsa Raya (putra-putri), Latee 1(putra) dan Latee 2 (putri), Lubangsa selatan (putra-putri), Nirmala (putra-putri), Al-Muhsin (putra-putri), Al-Amir  (putra-putri), Karang Jati (putra-putri), Al-Furqaan  (putra-putri), Kebun Jeruk (putra-putri), dan Nurul Hikmah (putra-putri). Dalam pengembangan bahasa arab secara umum, dari semua daerah tersebut masih berada dalam satu koordinasi, yaitu da bawah markaz al-Lughah al-‘Arabiyah ma’had an-Nuqayah yang dikelola oleh santri senior delegasi masing-masing daerah. Dari fenomina tersebut yang membuat penilitian ini dilakukan.



B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, dan sesuai dengan judul yang diangkat, maka dalam penelitian ini, penulis akan membatasi masalah yang akan dibahas. Adapun masalah-masalah tersebut adalah :
1.      Bagaimana pemahaman santri Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-guluk dalam perubahan makna kalimat bahasa arab?

C.    Tujuan  dan Manfaat Penelitian

Adapun tujuan dari penelitan ini adalah :
Mendeskripsikan sejauh mana pemahaman santri Ponok pesantren Annuqayah daerah Al-Furqaan dalam memahami perubahan makna kalimat bahasa arab.

Adapun manfaat dari penelitian ini adalah :

Untuk membantu memecahkan problematika terkait dalam cara memahami perubahan makna kalimat dalam bahasa arab khususnya di kalangan pesantren.

D.    Ruang Lingkup Penelitian
Dalam penelitian ini, peneliti hanya meneliti di satu daerah dari bagian daerah yang berada dalam naungan Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-guluk, yaitu Pondok Pesantren Annuqayah B/O Al-Furqaan yang secara geografis terletak di belahan timur Podok Pesantren Annuqayah..

E.     Tinjauan Pustaka
Berdasarkan penelusuran yang penulis lakukan,topik yang akan di angkat dalam skripsi ini belum banyak dikerjakan. Sejauh pencarian penulis, terdapat beberapa sikiripsi yang memliki kesamaan dalam objek kajian, hanya saja sangat sedikit yang menggunakan bentuk kajian seperti bentuk kajian yang digunakan dalam penelitian skiripsi ini. Maka berdasarkan penelusuran tersebut, penelitian ini masih layak untuk dilakukan.

F.     Fungsi Tinjauan Pustaka
Adapun fungsi dari tinjauan pustaka, antara lain:
§  memperdalam pengetahuan terkait masalah kebahasaan santri Pondok Pesantren Annuqayah daerah Al-Furqaan.
§  Menegaskan kerangka teoritis yang dijadikan landasan atau kerangka pikiran,
§  Menghindarkan terjadinya pengulangan penelitian terhadap masalah kebahasaan yang sama.

G.    Landasan/Kerangka Teori
Penelitian yang berkaitan dengan pemahaman terhadap perubahan makna kalimat dalam bahasa arab sudah banyak dilakukan oleh para penelti bahasa. Hasil pemikiran para peneliti tersebut sangat bermanfaat bagi terwujudnya penelitian ini, karena hasil pemikiran mereka dapat membantu peneliti mendapatkan gambaran mengenai perubahan makna kalimat bahasa arab.
Pada pembahasan ini akan diuraikan tentang teori-teori yang menjadi dasar pembahasan masalah yang ada dalam penelitian ini. Konsep dasar bagi landasan berpikir peneliti mencakup pemahaman santri Annuqayah terhadap perubahan makna kalimat bahasa arab dengan menggunakan kajian morfologi.
Morfologi sendiri dapat diartikan salah satu bidang linguistik yang mempelajari morfem dan kombinasi-kombinasinya.[4] Morfologi merupakan bagian dari ilmu bahasa atau linguistik. Secara bahasa, dapat dipelajari sebagai ilmu yang mempelajari seluk-beluk bahasa secara ilmiah atau scientific.  Seperti halnya disiplin ilmu pengetahuan lain, ilmu bahasa (morfologi) bersifat umum, maksudnya tidak hanya terikat pada satu bahasa, tetapi melibatkan berbagai macam bahasa yang ada (bahasa manusia). Morfologi juga memiliki cabang-cabang dibawahnya yang lebih khusus mengkaji satu permasalahan tertentu. Misalnya, morfologi leksikalis, morfologi semesta, morfologi semiotis, dan lain sebagainya.[5]
H.    Cara Penielitian
Jenis penelitian yang digunakan oleh penulis dalam penelitian ini adalah penelitian pustaka (library Research), yaitu suatu penelitian yang dilakukan dengan cara membaca,menelaah, dan mangkaji karya tulis santri Pondok Pesantren Annuqayah  B/O Al-Furqaan Guluk-guluk atau bahan-bahan kepustakaan yang relevan dengan judul penelitian, juga memakai metode sima’i dari percakapan santri dalam kesehariannya. Dan juga, Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiolinguistik karena objek penelitiannya berupa bahasa yang berkaitan dengan penggunaan bahasa itu dalam komunitas santri. Hal tersebut memungkinkan karena sosiolinguistik merupakan ilmu interdisipliner yang mempelajari bahasa dalam kaitannya bahasa itu dalam masyarakat.[6]

Adapun sumber data yang digunakan dalam penelitian ini terbagi menjadi dua jenis:
1.      Data Primer adalah sumber data yang secara langsung dijadikan obyek penelitian. Data primernya yaitu kumpulan tulisan santri Pondok Pesantren Annuqayah  B/O Al-Furqaan Guluk-guluk.
2.      Data Sekunder, yaitu data yang sifatnya mendukung dan tidak secara langsung terkait dengan pokok pembahasan, misalnya kamus kontemporer Arab-Indonesia, Gramatika Bahasa Arab, ataupun buku lain yang secara langsung tidak terkait namun bisa membantu dalam menyelesaikan penelitian ini.

DAFTAR PUSTAKA


B, Karno Ekowardono. Kata Sebagai Satuan Sentral Kajian Morfologi: Ancangan Dasar Morfologi Struktural. FPBS IKIP: Semarang.
Chaer, Abdul. 1994. Linguistik Umum. Jakarta. Rineka Cipta.
Kridalaksana, Harimurti. 1989. Pembentukan Kata dalam Bahasa Indonesia. Jakarta: Gramedia.
Soeparno. 2002. Dasar-dasar Linguistik Umum. Yogyakarta: PT. Tiara Wacana.
UIN-Malang press, Fiqh al-Lughah dalam Lintasan Sejarah, 2008.
Wekipedia Sejarah Bahasa Arab.


[1] Soeparno. Dasar-dasar Linguistik Umum, (PT. Tiara Wacana, Yogyakarta:  2002), Halaman 1.
[2] UIN Malang press, Fiqh al-Lughah dalam Lintasan Sejarah, 2008.
[3] Wekipedia Sejarah Bahasa Arab (diambil pada tanggal 15 september 2010)
[4] Harimurti Kridalaksana. 1989. Pembentukan Kata dalam Bahasa Indonesia.

[5] Karno Ekowardono B. Kata Sebagai Satuan Sentral Kajian Morfologi: Ancangan Dasar Morfologi Struktural.
[6] Abdul Chaer. 1994. Linguistik Umum.

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Pustaka Bahasa dan Sastra Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates